Biru bromofenol terdiri dari karbon, hidrogen, bromin dan atom oksigen . Rumus kimianya adalah C₁₉H₁₀Br₄O₅S Ini mungkin terlihat seperti kumpulan huruf dan angka, tetapi rumus tersebut memberikan deskripsi yang jelas bagi ilmuwan mengenai komposisi biru bromofenol. Dengan menganalisis struktur kimianya, peneliti dapat mengetahui bagaimana zat ini berinteraksi dengan zat lain dalam eksperimen.
Sangat baik digunakan sebagai indikator pH dalam eksperimen kimia. Bromofenol biru mampu memberi tahu para ilmuwan apakah suatu zat bersifat asam, netral, atau basa. Zat ini merupakan senyawa hidrokromik yang berubah warna tergantung pada perubahan pH larutan tempat ia berada. Sifat inilah yang membuatnya menjadi alat yang sangat berguna bagi para ilmuwan yang sedang mengukur dan mempelajari tingkat keasaman berbagai senyawa kimia.

Bromofenol biru berwarna biru tua dalam keadaan alami. Namun jika dicampur dengan larutan asam, warnanya berubah menjadi kuning. Sebaliknya, jika dicampur dengan larutan basa, warnanya menjadi ungu. Aspek perubahan warna ini memungkinkan para ilmuwan untuk "melihat" pH suatu larutan. Selain itu, bromofenol biru larut dalam air, sehingga mudah larut dalam air untuk digunakan dalam eksperimen.

Ilmuwan dapat membuat bromofenol biru dengan mencampurkan beberapa bahan kimia di laboratorium. Mereka harus mengikuti urutan langkah-langkah secara logis agar memperoleh tidak hanya rumus yang benar tetapi juga konsentrasi yang tepat. Setelah membuat bromofenol biru, mereka dapat menggunakannya dalam eksperimen untuk mengetahui seberapa asam bahan-bahan lainnya. Ini merupakan proses yang teliti; bahan kimia harus diukur secara hati-hati untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Secara umum, bromofenol biru merupakan indikator pH yang berguna dalam penelitian ilmiah. Warna yang berubah tergantung pada pH memungkinkan ilmuwan untuk mendeteksi dan menganalisis berbagai zat. Untuk digunakan dalam laboratorium kimia atau biologi, biru bromofenol adalah alat yang berguna untuk eksperimen segala usia.