Kimia adalah ilmu yang mempelajari apa itu materi, sifat-sifatnya, serta bagaimana senyawa terbentuk, sedangkan molekul merupakan struktur dari materi. Bahan kimia organik sintetis adalah produk buatan manusia dari materi yang dapat diproduksi di laboratorium oleh ahli kimia dari berbagai elemen, termasuk karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Suru ini kimia organik sintetis memiliki penggunaan yang luas, dan dapat ditemukan dalam banyak produk umum yang kita gunakan sehari-hari.
Pentingnya Suru kimia organik sintetis dalam kehidupan kita tidak bisa dilebih-lebihkan. Mereka digunakan dalam pembuatan produk termasuk plastik, obat-obatan, larutan pembersih, dan kosmetik. Botol air plastik yang Anda gunakan, aspirin yang Anda konsumsi saat sakit kepala, dan sampo yang Anda pakai untuk keramas semuanya merupakan contoh bahan kimia organik sintetis.
Ada baik dan buruknya menggunakan bahan kimia organik buatan. Salah satu keuntungannya adalah bahwa Suru kimia organik sintetis dapat diproduksi di laboratorium, memungkinkan kemurnian dan kualitasnya dikontrol secara ketat. Dengan demikian, bahan tersebut lebih dapat diandalkan untuk dimasukkan ke dalam produk yang membutuhkan konsistensian, misalnya obat-obatan. Sebaliknya, berbagai bahan kimia organik sintetis berbahaya bagi lingkungan jika tidak ditangani dan dibuang dengan benar.
Senyawa organik buatan dapat terdapat dalam berbagai bentuk dan dapat memiliki sifat yang beragam. Sebagian berwujud padat, seperti plastik pada mainan, dan sebagian lain berwujud cair, seperti zat pewarna pada spidol. Senyawa ini juga hadir dalam berbagai warna dan bau serta memiliki tekstur yang berbeda-beda. Para ahli kimia selalu menemukan cara baru untuk memproduksi Suru sintesis molekul organik untuk tujuan baru, seperti dalam elektronik dan energi surya.
Seiring dengan kemajuan teknologi, potensi pemanfaatan Suru sintesis molekul organik juga semakin berkembang dalam cara-cara baru dan menarik. Kini, para peneliti sedang mengembangkan metode untuk menggunakan senyawa-senyawa tersebut dalam memproduksi barang yang lebih berkelanjutan dan kurang berbahaya bagi lingkungan. Contohnya, plastik alami yang dapat terurai secara biologis sedang dikembangkan untuk mengurangi jumlah limbah plastik di tempat pembuangan sampah dan lautan.