Kimia organik struktur N-bromo sukcinimida dapat terasa seperti teka-teki yang besar dan membingungkan. Namun dengan sedikit pengetahuan dan latihan, Anda dapat mulai menghubungkan titik-titiknya. Bagian penting dari teka-teki ini adalah geometri NBS. NBS merupakan singkatan dari N-bromosuksinimida. Terdengar rumit diucapkan, tetapi sebenarnya merupakan molekul yang cukup sederhana. Molekul NBS berbentuk cincin dengan atom-atom bromin di dalamnya. Struktur ini menjadikannya reagen yang berguna dalam kimia organik.
NBS adalah reagen penting dalam sintesis organik n iodosuccinimide nomor cas . Senyawa ini sering digunakan untuk menempelkan substituen bromo pada alkena (hidrokarbon tidak jenuh). Proses semacam ini dikenal sebagai brominasi, dan dapat berguna bagi para kimiawan saat mereka berusaha membuat senyawa baru dengan sifat tertentu.

Struktur molekuler NBS memiliki reaktivitas yang berasal dari struktur molekulnya. Atom bromin dalam NBS bersifat elektronegatif, mereka cenderung menarik elektron. Hal ini membuat NBS menjadi agen brominasi yang berguna karena NBS berbentuk padat dan tidak mudah menguap pada suhu kamar, tidak seperti bromin.

NBS adalah reagen yang tidak spesifik dan struktur n-bromosuksinimida , dalam hal ini dapat diterapkan dalam berbagai macam modalitas reaksi. Selain untuk brominasi, NBS digunakan dalam brominasi alilik, reaksi penutupan cincin, dan dalam aplikasi lainnya juga. Fleksibilitas ini membuat NBS menjadi reagen yang sangat baik bagi ahli kimia organik.

Ahli kimia, dengan memanfaatkan NBS, kini dapat menciptakan molekul kompleks dengan kendali asimetris. Mereka ingin membangun material baru, menciptakan obat-obatan baru, dan mengungkap rahasia alam, dan NBS dapat membawa mereka ke tujuan yang diinginkan.